25.3 C
Mamuju
Sunday, April 19, 2026

Di Pelantikan IJS Mateng, Ketua Dewan Kehormatan DPP IJS Tekankan Pentingnya Sinergitas Pers Dengan Pemerintah

SULBARTERKINI.COM,MAMUJU TENGAH – Ketua Dewan Kehormatan DPP Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS), Andi Fatir, memberikan pesan strategis bagi pengurus IJS Mamuju Tengah yang baru dilantik.

Ia menekankan pentingnya membangun sinergitas yang kokoh antara pers, Pemerintah Daerah, hingga jajaran Forkopimda demi kemajuan daerah.

“Daerah bisa maju dan berkembang jika wartawannya kompak dengan pemerintah. Namun, pemerintah juga harus memikirkan kesejahteraan teman-teman jurnalis di sini,” ujar Andi Fatir saat memberikan sambutan di Wisma Fadilah, Sabtu (7/2/2026).

Andi Fatir mengakui bahwa kondisi efisiensi anggaran saat ini menjadi tantangan besar bagi insan pers. Meski begitu, ia mendorong anggota IJS untuk tidak hanya bergantung pada kontrak kerja sama semata, melainkan terus mengasah profesionalisme.

“Profesionalisme seorang jurnalis itu dilihat dari kualitas karyanya. Saya berharap teman-teman tetap menunjukkan integritas sebagai pilar keempat demokrasi meskipun di tengah situasi sulit,” tegas jurnalis senior yang telah berpengalaman selama 25 tahun tersebut.

Menutup arahannya, ia berpesan agar pengurus IJS periode 2025-2029 mampu menjaga marwah profesi dan tetap menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi pembangunan di Kabupaten Mamuju Tengah.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Kepala Dinas Kesehatan, Setia Bero, mengajak pengurus IJS yang baru dilantik untuk menjadi mitra strategis dalam mengawal pembangunan.

Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya keseimbangan (check and balance) dalam pemberitaan.
Setia Bero menyentil fenomena jurnalisme yang terkadang hanya muncul saat terjadi masalah, namun absen saat ada capaian pembangunan.

“Jangan nanti jembatan ambruk baru muncul semua. Kontrol itu perlu, tapi publikasi pembangunan jangan sampai hilang. Harus balance, 1 berita kontrol, 9 lainnya adalah berita pembangunan,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi peran jurnalis sebagai “mata dan telinga” pemerintah. Sebagai Direktur RSUD, ia mencontohkan bagaimana laporan wartawan mengenai kondisi fasilitas rumah sakit sangat membantu kebijakan pimpinan.

“Masukan kecil seperti nampan plastik di ruang perawatan mungkin tidak terlihat oleh direktur, tapi berkat laporan media, kami bisa segera mengevaluasi. Itulah peran pengawasan yang kami harapkan,” pungkasnya.(*)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Terbaru