SULBARTERKINI.COM,PASANGKAYU – Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dan DPRD Pasangkayu, menganggap jurnalis adalah mitra strategis yang menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah.
Hal tersebut datang dari sambutan oleh Bupati Pasangkayu melalui Asisten II Bidang Pembangunan, Suardi, saat menghadiri pelantikan pengurus DPW IJS Pasangkayu di Hotel Devonder, Minggu (15/2/2026).
Dalam sambutannya, Suardi menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan IJS Pasangkayu periode 2025-2029. Ia menilai jurnalis memiliki fungsi vital sebagai pilar informasi yang menghubungkan program pemerintah dengan pemahaman masyarakat luas.
“Kami meyakini bahwa pengurus IJS yang dilantik hari ini adalah bagian dari solusi bagi pengembangan Kabupaten Pasangkayu. Pers adalah cermin bagi pemerintah; kritikan serta masukan yang konstruktif sangat kami butuhkan sebagai bahan evaluasi demi perbaikan kinerja pembangunan ke depan,” ungkap Suardi.
Ia juga menekankan bahwa jabatan dalam organisasi profesi seperti IJS bukanlah sekadar simbol status, melainkan sebuah amanah yang menuntut pengorbanan waktu dan pikiran. Suardi mengingatkan para pengurus agar menempatkan kepentingan organisasi dan pelayanan informasi publik di atas kepentingan pribadi.
“Menjadi pengurus adalah tanggung jawab besar. Jika biasanya waktu istirahat kita cukup, maka setelah dilantik sebagai pengurus, dedikasi terhadap organisasi mungkin akan menyita lebih banyak waktu. Namun, inilah bentuk pengabdian untuk memastikan arus informasi di Pasangkayu tetap sehat dan edukatif,” imbuhnya.
Menutup penyampaiannya, Suardi berharap sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dan jurnalis dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam mempromosikan potensi daerah serta mengawal transparansi publik demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu, Dasri, yang menyatakan pentingnya peran pers dalam keberlangsungan demokrasi di daerah. Bahkan ia mengimbau seluruh jajaran instansi pemerintahan agar tidak bersikap tertutup atau “alergi” terhadap kehadiran jurnalis.
Dasri menekankan bahwa media merupakan instrumen vital untuk mentransformasikan kerja-kerja pemerintah dan legislatif menjadi informasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Menurutnya, tanpa publikasi yang baik, keberhasilan pembangunan daerah tidak akan tersampaikan secara maksimal.
“Media adalah jembatan informasi. Saya meminta kepada semua pihak, jangan pernah alergi dengan media. Bukakan pintu selebar mungkin karena mereka adalah mitra kita dalam memajukan Kabupaten Pasangkayu,” ujar Dasri disambut tepuk tangan hadirin.
Politisi ini juga menegaskan bahwa gedung parlemen bukan merupakan tempat yang eksklusif bagi pejabat saja, melainkan rumah bagi seluruh rakyat, termasuk para kuli tinta.
“Kantor DPRD itu milik masyarakat Pasangkayu, bukan milik pribadi pimpinan atau anggota saja. Silakan rekan-rekan jurnalis datang untuk bersilaturahmi, berdiskusi, atau menyampaikan aspirasi. Kami sangat terbuka untuk kolaborasi ide yang konstruktif,” imbuhnya.
Namun, di samping dukungan tersebut, Dasri juga memberikan tantangan kepada pengurus IJS Pasangkayu yang baru dilantik untuk terus melakukan penguatan kapasitas internal. Ia berharap jurnalis yang tergabung dalam IJS memiliki kompetensi yang mumpuni agar produk jurnalistik yang dihasilkan berkualitas, edukatif, dan bebas dari unsur misinformasi.
“Jadilah penjaga kebenaran. Tingkatkan terus kemampuan menulis dan pemahaman kode etik, sehingga informasi yang sampai ke masyarakat benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.(*)


