26.9 C
Mamuju
Friday, May 24, 2024
spot_imgspot_img

Bangunan Puskesmas Salupangkang yang Retak Setelah 3 Bulan Diresmikan Tuai Sorotan dari LSM LAMPA Sulbar

SULBARTERKINI.COM, Mateng — Lembaga Advokasi Masyarakat dan Pemantau Anggaran (LAMPA) Sulbar, ikut menyoroti Gedung UPTD Puskesmas Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah (Mateng) yang sudah mulai retak.

Pasalnya, bangunan yang disebut-sebut berprototipe nasional itu baru saja diresmikan akhir Januari 2024 lalu.

“Kami sangat menyayangkan bangunan ini baru saja diresmikan, tetapi sudah rusak. Artinya, pekerjaannya tidak maksimal. Dan ini merugikan,” tegas wakil Ketua LSM LAMPA Sulbar, Fery Gunawan, Jumat (19/4/24).

Fery mengaku akan melakukan investigasi terhadap pekerjaan bangunan tersebut.

“Yah, kita invesrigasi dulu, dan jika ditemukan adanya pelanggaran, maka akan dilaporkan ke pihak berwenang,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Puskesmas Salupangkang ini dibangun dari APBD Kabupaten Mateng tahun 2023.

Gedung ini dibangun dua lantai. Keretakan tampak di sejumlah titik, seperti pada cor ring balk, salah satu penyangga bangunan lantai atas, bahkan sudah nyaris patah.

Kondisi kerusakan bangunan juga ada di tiga ruang inap pasien, seperti ruang inap laki-laki, ruang inap perempuan, dan ruang inap ibu menyusui, termasuk ruang jaga rawat.

Keempat ruangan tampak jelas cor ring balk Cor, tiang penopang bangunan lantai dua, telah mengalami patahan.

Dengan kondisi bangunan puskesmas ini, warga atau keluarga pasien yang berobat rawat inap bahkan merasa khawatir dan mulai ketakutan.

Hal itu diperoleh keterangan dari salah seorang keluarga pasien, Ikhsan, seperti yang dilansir dari Transtipo.

Ikhsan mengaku pihak keluarganya yang sedang dirawat sebenarnya merasa was-was menginap di kamar yang sekitarnya mulai retak.

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

Menurutnya, dengan kondisi kamar rawat Inap seperti itu jadi tidak tenang pasien maupun keluarga.

“Kami juga sebenarnya merasa was-was dengan kondisi kamar seperti ini,” ujar Ikhsan, beberapa waktu lalu.

Memang kalau dilihat kondisi ruangan ini sangat berbahaya. Semoga pihak terkait bisa cepat-cepat memperbaiki bangunan puskesmas yang rusak. Jangan sampai ada korban jiwa,” harapnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Salupangkang, Nasriani mebenarkan terkait kerusakan tersebut.

Menurut Nasriani, kondisi bangunan tersebut telah ia sampaikan ke dinas terkait dan pihak kontraktor.

“Oh, iya pak, kerusakan itu baru pak,” ujar Nasriani melalui sambungan telepon seluler, Selasa, 16 April 2024.

“Sebenarnya puskesmas itu masih ada pemeliharaannya sampai bulan Juni. Kami juga sudah sampaikan kondisi itu ke dinas kesehatan, dan dinas kesehatan meneruskan ke pihak pengembang, kontraktornya. Ada memang grupnya itu pak pembahasannya, dan di puskesmas juga ada yang tangani khusus, bagian sarana prasarana kesehatan, ya tetap mengetahui Kapus Sapras namanya,” jelas Nasriani di atas kendaraan menuju Kecamatan Karossa.

Masih menurut Nasriani, baru-baru ini juga terjadi kerusakan pada bagian platfom, terbelah. Tapi mereka sudah perbaiki.

Dari keterangan Nasrani, gedung Puskesmas Salupangkang diresmikan pemakaiannya pada 29 Januari 2024.

“Tapi saat itu masih ada 6 bulan untuk perbaikan. Sekarang bulan April, jadi masih ada dua bulan untuk pemeliharaan jika ada masalah kerusakan,” terang Nasriani.

Kepala Dinas Kesehatan Mateng, Setya Bero mengatakan, kerusakan pada gedung Puskesmas Salupangkang memang ada, namun yang rusak bukan bagian pondasi gedung yang turun, melainkan kerusakan pada bagian lesplang bangunan yang sedikit miring, dan beberapa retakan dinding lainnya.

“Baru-baru ini juga kami dari dinkes bersama PPK-nya dan pihak PU turun melihat dan cek kerusakan itu,” ujar Setyo, Rabu (17/4/24) kemarin.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Terbaru